Program BEASISWA, GOLDEN TICKET, dan Promo Terbaru, get the information now!

Malang, 9 September 2025 — Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal, Yayasan Insan Lestari Indonesia (iLitterless) bersama Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang resmi meluncurkan MOBI-RS 2.0, inovasi mesin ATM setor botol plastik yang memudahkan masyarakat untuk memilah sampah sekaligus mendukung promosi UMKM Kota Malang.
Peluncuran yang berlangsung di Kampus Institut Asia Malang ini dirangkaikan dengan talk show bertajuk “Masa Depan Ekonomi Sirkular”, yang membahas peran kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan ekonomi hijau di Indonesia.

MOBI-RS 2.0 merupakan mesin reverse vending yang memungkinkan masyarakat menyetorkan botol plastik bekas dan mendapatkan poin digital. Poin tersebut dapat ditukarkan dengan berbagai voucher promo dari UMKM lokal, menjadikan gerakan #PilahSampahItuMudah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Inovasi ini menjadi instrumen market-driven yang dirancang untuk mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup ramah lingkungan. Dengan sistem insentif yang langsung dirasakan masyarakat, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi publik dalam program daur ulang dan pengurangan limbah plastik di Kota Malang.
“Inovasi seperti MOBI-RS 2.0 adalah bukti bahwa solusi lingkungan bisa berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal. Kita tidak hanya bicara soal pengurangan sampah, tapi juga penciptaan peluang kerja baru,” ujar Ence Adinda, Founder iLitterless Indonesia.

Acara peluncuran juga menyoroti konsep Ekonomi Sirkular sebagai pendekatan strategis dalam pengurangan emisi karbon. Konsep ini mengubah pola lama produksi–konsumsi–buang menjadi produksi–konsumsi–daur ulang, dengan fokus pada efisiensi sumber daya, perbaikan produk, dan desain berkelanjutan.
Selain itu, diskusi turut menyinggung peran perdagangan karbon (carbon trading) sebagai insentif finansial bagi pengurangan emisi, serta peluang terciptanya Green Jobs atau lapangan kerja ramah lingkungan yang kini menjadi tren global.
Talk show menghadirkan tiga narasumber utama:
Ketiganya sepakat bahwa sinergi antara teknologi, edukasi, dan kebijakan publik menjadi kunci mempercepat transisi menuju ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.

Peluncuran MOBI-RS 2.0 juga disertai dengan penandatanganan MoU riset dan pengembangan teknologi berbasis lingkungan antara iLitterless Indonesia dan Institut Asia Malang. Dukungan penuh datang dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, serta belasan pelaku UMKM dan anggota HIPMI Kota Malang yang menjadi sponsor proyek ini.
Ketua BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo (@beraniberHSL), menegaskan pentingnya keterlibatan pengusaha muda dalam mendukung gerakan ekonomi hijau.
“Kolaborasi ini adalah momentum. Kami ingin menunjukkan bahwa pengusaha muda bukan hanya bicara profit, tetapi juga memberi solusi nyata bagi masalah lingkungan dan mendorong ekonomi lokal,” ungkap Hendi.
Rektor Institut Asia Malang, Dr. Risa Santoso, M.Ed., menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi wujud nyata misi kampus dalam mendukung inovasi berkelanjutan.
“Keterlibatan mahasiswa dan civitas akademika dalam program seperti ini tidak hanya memperkuat literasi lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk hidup lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Green Consumer Day 2025, event tahunan yang diinisiasi oleh iLitterless. Tahun ini, rangkaian acara mencakup:
Melalui kegiatan ini, iLitterless dan Institut Asia Malang berupaya memperkuat peran masyarakat dan dunia pendidikan dalam mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular yang inklusif, hijau, dan berdaya saing tinggi.