SEJARAH DAN GAMBARAN SINGKAT ORGANISASI

Unit sertifikasi Profesi (USP) merupakan lembaga yang mewadahi pelaksanaan sertifikasi profesi. Dengan Pedoman Pengembangan Skema Sertifikasi Bidang Informatika dan Komunikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi dengan nomor keanggotaan nomor: 023 / KSS / Infokom / BNSP / Mar / 2016 yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang menyatakan USP Institut Asia telah di akui.

 

Unit sertifikasi Profesi (USP) Intitut Asia bertugas menyelenggarakan sertifikasi profesi dan menghasilkan skema sertifikasi profesi yang relevan dan berkualitas

 

Lembaga Sertifikasi Profesi Institut ASIA Malang adalah salah satu lembaga di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Asia dan juga organisasi tingkat nasional yang berkedudukan di wilayah Republik Indonesia dengan memiliki fungsi dan tugas yaitu:

  1. Sebagai sertifikator, untuk melaksanakan sertifikat kompetensi maka LSP mempunyai tugas sebagai:
    1. Membuat uji kompetensi
    2. Menyediakan tenaga penguji (asesor)
    3. Melakukan asesmen
    4. Menyusun kualifikasi sesuai dengan SKKNI
    5. Memelihara kinerja asesor dan TUK
  2. Sebagai developer, USP memiliki tugas:
    1. Mengidentifikasi kebutuhan kompetensi industri
    2. Mengembangkan standar kompetensi
    3. Mengkaji ulang standar kompetensi

VISI & MISI USP INSTITUT ASIA

VISI USP INSTITUT ASIA

Menjadi USP yang unggul dan inovatif serta terkemuka di tingkat Nasional dan Internasional pada bidang Teknologi, Ekonomi dan Seni Desain dan Media

MISI USP INSTITUT ASIA

  • Menjadi Unit Sertifikasi Profesi (USP) yang diakui secara nasional maupun internasional.
  • Menyelenggarakan sertifikasi profesi di bidang Teknik Informatika yang berkualitas.
  • Menggembangkan Kompetensi

LATAR BELAKANG USP INSTITUT ASIA

Lingkungan pendidikan yang terus berubah secara radikal membutuhkan sebuah manajemen pendidikan modern yang tanggap dan bergerak cepat. Perubahan lingkungan eksternal seperti regulasi pemerintah, pengguna lulusan, orang tua mahasiswa, dan masyarakat secara umum menuntut organisasi pendidikan semakin maju dan mandiri. Di lain pihak, persaingan antara lembaga pendidikan utamanya pendidikan tinggi juga semakin ketat. Berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta tidak hanya bersaing dengan kompetitor dalam negeri saja, namun juga perguruan tinggi luar negeri yang berekspansi secara internasional. Masyarakat pun menjadi semakin cerdas dalam memilih sebuah perguruan tinggi yang dianggap bergengsi.

Berbagai organisasi ataupun lembaga malah memberikan informasi yang beragam tentang perguruan tinggi melalui pemeringkatan maupun survei seperti yang dilakukan oleh Times Higher Education, Webometric, Majalah Swa, Majalah Tempo, dan sebagainya. Lingkungan eksternal yang berubah begitu dahsyat memberikan pengaruh yang tajam terhadap lingkungan internal sebuah perguruan tinggi.

Manajemen perguruan tinggi dituntut semakin efektif dan efisien mengelola sumber daya yang dipunyai sehingga berbagai inovasi dapat dilakukan dengan pembiayaan yang cukup. Manajemen perguruan tinggi tidak bisa lagi menggantungkan diri pada manajemen “apa adanya”. Manajemen harus memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan kemampuan antisipasi masa depan dengan kemampuan manajerial untuk merencanakan dan mengimplementasikan program-program sehingga tujuan sebuah perguruan tinggi dapat tercapai. Manajemen strategik harus menjadi proses manajemen yang terimpelementasikan. Manajemen strategik ini meliputi berbagai keputusan dan langkah-langkah yang berujung pada formulasi dan implementasi serangkaian rencana yang didesain untuk mencapai tujuan organisasi.

Manajemen strategik ini memiliki 9 rangkaian langkah yaitu (Pearce dan Robinson; 2009):

  1. Memformulasikan misi termasuk di dalamnya adalah formulasi tujuan dan filosofi.
  2. Melakukan analisis lingkungan internal organisasi.
  3. Melakukan penilaian atas lingkungan eksternal.
  4. Melakukan analisis pilihan-pilihan strategi dengan mencocokkan kemampuan internal dengan lingkungan eksternal.
  5. Mengidentifikasi dan menganalisis setiap pilihan strategi.
  6. Menetapkan tujuan jangka panjang dan grand strategy yang dianggap paling tepat.
  7. Menetapkan sasaran tahunan.
  8. Mengimplementasikan strategi melalui penyusunan anggaran.
  9. Mengevaluasi penerapan strategi.

USP Institut ASIA telah menyusun rencana strategis untuk tahun 2016. Berbagai dinamika baru dan ke depan harus mampu ditangkap oleh USP Institut ASIA ke depan. Aspek-aspek seperti quality assurance dan salesmanship atmosphere yang telah menjadi tekad USP Institut ASIA dan dituangkan dalam visi USP Institut ASIA harus mendapat perhatian yang besar. Grand strategy tersebut perlu dirumuskan lebih dalam dan direncanakan dengan matang. Rencana strategis ini dibutuhkan sebagai guidance langkah-langkah USP Institut ASIA dalam menyongsong masa depan yang penuh dengan kompetisi dan dinamika.

TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan & Sasaran dari LSP Institut ASIA adalah:

  1. Menyelenggarakan sertifikasi profesi bidang TIK bagi mahasiswa calon Lulusan dan Mitra Institut Malang dengan target asesi 250 orang.
  2. Mengembangkan skema sertifikasi profesi bidang TIK yang sesuai dengan kurikulum di Institut Malang, standar kompetensi yang telah ditetapkan Kemenkominfo RI serta memperhatikan kebutuhan okupasi di Indonesia maupun di luar negeri

SKEMA SERTIFIKASI

  1. Microsoft Technology Associate (MTA)
  2. Microsoft Office Specialist (MOS) 
  3. Brevet
  4. MikroTik
  5. Manajemen Risiko
  6. Manajemen Portofolio
  7. Investasi dan Perbankan
  8. Manajemen Sumber Daya Manusia
  9. Lembaga Keuangan, Perbankan dan Investasi
  10. Fintech Syariah
  11. Akuntansi
  12. Marketing
  13. Digital Marketing
  14. Marketing and Communication Basic with NLP
  15. Manajemen Keuangan atau Financial Management
  16. Brevet Pajak Online (A & B)