Program BEASISWA, GOLDEN TICKET, dan Promo Terbaru, dapatkan informasinya sekarang!
Mahasiswi Institut Asia Malang Raih Prestasi di Kancah Internasional
Institut Asia Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Salah satu mahasiswinya, yang baru saja kembali dari "ASEAN Culture Village 2025" di Politeknik Mersing Johor, Malaysia, berhasil menunjukkan bakatnya dan mengharumkan nama Indonesia.
Dalam acara tersebut, mahasiswi ini berkesempatan membawakan Tari Gandrung Banyuwangi dalam sebuah pertunjukan budaya. Penampilannya yang memukau tidak hanya berhasil memenangkan penghargaan, tetapi juga membuka pintu persahabatan dengan mahasiswa dari berbagai negara ASEAN.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kesempatan untuk "go international" bukanlah sekadar wacana bagi mahasiswa Institut Asia Malang. Ini adalah kesempatan yang nyata dan dapat diraih oleh siapa pun yang memiliki semangat dan tekad. Kampus ini terus mendorong para mahasiswanya untuk berani melangkah keluar dan mengejar pengalaman berharga di tingkat global.
https://www.instagram.com/p/DQGzKHoExXm/?igsh=Z2N6YnEwNjgxajVo
Malang, 9 September 2025 — Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal, Yayasan Insan Lestari Indonesia (iLitterless) bersama Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang resmi meluncurkan MOBI-RS 2.0, inovasi mesin ATM setor botol plastik yang memudahkan masyarakat untuk memilah sampah sekaligus mendukung promosi UMKM Kota Malang.
Peluncuran yang berlangsung di Kampus Institut Asia Malang ini dirangkaikan dengan talk show bertajuk “Masa Depan Ekonomi Sirkular”, yang membahas peran kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan ekonomi hijau di Indonesia.

MOBI-RS 2.0 merupakan mesin reverse vending yang memungkinkan masyarakat menyetorkan botol plastik bekas dan mendapatkan poin digital. Poin tersebut dapat ditukarkan dengan berbagai voucher promo dari UMKM lokal, menjadikan gerakan #PilahSampahItuMudah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Inovasi ini menjadi instrumen market-driven yang dirancang untuk mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup ramah lingkungan. Dengan sistem insentif yang langsung dirasakan masyarakat, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi publik dalam program daur ulang dan pengurangan limbah plastik di Kota Malang.
“Inovasi seperti MOBI-RS 2.0 adalah bukti bahwa solusi lingkungan bisa berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal. Kita tidak hanya bicara soal pengurangan sampah, tapi juga penciptaan peluang kerja baru,” ujar Ence Adinda, Founder iLitterless Indonesia.

Acara peluncuran juga menyoroti konsep Ekonomi Sirkular sebagai pendekatan strategis dalam pengurangan emisi karbon. Konsep ini mengubah pola lama produksi–konsumsi–buang menjadi produksi–konsumsi–daur ulang, dengan fokus pada efisiensi sumber daya, perbaikan produk, dan desain berkelanjutan.
Selain itu, diskusi turut menyinggung peran perdagangan karbon (carbon trading) sebagai insentif finansial bagi pengurangan emisi, serta peluang terciptanya Green Jobs atau lapangan kerja ramah lingkungan yang kini menjadi tren global.
Talk show menghadirkan tiga narasumber utama:
Ketiganya sepakat bahwa sinergi antara teknologi, edukasi, dan kebijakan publik menjadi kunci mempercepat transisi menuju ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.

Peluncuran MOBI-RS 2.0 juga disertai dengan penandatanganan MoU riset dan pengembangan teknologi berbasis lingkungan antara iLitterless Indonesia dan Institut Asia Malang. Dukungan penuh datang dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, serta belasan pelaku UMKM dan anggota HIPMI Kota Malang yang menjadi sponsor proyek ini.
Ketua BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo (@beraniberHSL), menegaskan pentingnya keterlibatan pengusaha muda dalam mendukung gerakan ekonomi hijau.
“Kolaborasi ini adalah momentum. Kami ingin menunjukkan bahwa pengusaha muda bukan hanya bicara profit, tetapi juga memberi solusi nyata bagi masalah lingkungan dan mendorong ekonomi lokal,” ungkap Hendi.
Rektor Institut Asia Malang, Dr. Risa Santoso, M.Ed., menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi wujud nyata misi kampus dalam mendukung inovasi berkelanjutan.
“Keterlibatan mahasiswa dan civitas akademika dalam program seperti ini tidak hanya memperkuat literasi lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk hidup lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Green Consumer Day 2025, event tahunan yang diinisiasi oleh iLitterless. Tahun ini, rangkaian acara mencakup:
Melalui kegiatan ini, iLitterless dan Institut Asia Malang berupaya memperkuat peran masyarakat dan dunia pendidikan dalam mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular yang inklusif, hijau, dan berdaya saing tinggi.
Malang, Oktober 2025 — Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang kembali mengharumkan nama kampus di kancah nasional. Tim mahasiswa berhasil meraih Juara Pertama dalam Business Case Competition (BCC) yang diselenggarakan oleh Universitas MDP Palembang.
Kemenangan ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa Institut Asia dalam berpikir kritis, menyusun strategi bisnis, serta menciptakan solusi inovatif terhadap tantangan dunia usaha yang kompleks.
Business Case Competition merupakan salah satu kompetisi paling bergengsi di kalangan mahasiswa bisnis Indonesia. Peserta ditantang untuk menganalisis kasus nyata perusahaan, merumuskan strategi penyelesaian, dan mempresentasikan rekomendasi implementasi di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi bisnis.
Tahun ini, puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi bersaing ketat untuk memberikan solusi terbaik atas studi kasus manajerial yang diberikan. Tim Institut Asia Malang tampil menonjol dengan strategi berbasis data, pendekatan analitis, dan ide yang aplikatif.
“Tantangannya cukup besar. Kami harus memahami kasus yang kompleks dalam waktu singkat, lalu menyusun strategi yang tidak hanya masuk akal secara teori, tetapi juga realistis dijalankan perusahaan,” ungkap salah satu anggota tim pemenang.

Kemenangan ini tidak hanya mencerminkan kapasitas intelektual mahasiswa, tetapi juga hasil dari kerja tim yang solid. Kolaborasi, pembagian peran yang jelas, serta latihan intensif menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menghadirkan solusi komprehensif yang diapresiasi oleh para juri.
Dosen pembimbing menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari bimbingan akademik yang berkelanjutan serta sistem pembelajaran Institut Asia yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik.
“Mahasiswa Institut Asia memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan teori bisnis dengan penerapan nyata di lapangan. Itu yang membuat mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja,” jelas dosen pembimbing tim.
Rektor Institut Asia Malang, Dr. Risa Santoso, B.A., M.Ed., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian mahasiswa dalam ajang nasional ini.
“Prestasi di Business Case Competition membuktikan bahwa mahasiswa Institut Asia tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitasnya dalam kompetisi nasional. Kami akan terus mendukung mahasiswa untuk berani berinovasi dan bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Kemenangan ini turut membuka pintu kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan mitra dan sponsor kompetisi yang terlibat langsung dalam penjurian. Kesempatan tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring profesional mahasiswa serta memberikan peluang untuk magang dan penelitian bersama dunia industri.
Selain itu, capaian ini juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah keterampilan berpikir kritis, analitis, dan pengambilan keputusan berbasis data — kemampuan yang sangat dibutuhkan di era bisnis modern.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Institut Asia siap bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” tambah anggota tim pemenang.
Melalui kurikulum aplikatif, program pengembangan soft skill, dan dukungan dosen berpengalaman, Institut Asia Malang terus berkomitmen melahirkan generasi muda yang mampu berpikir strategis dan berorientasi solusi.
Ke depan, kampus menargetkan lebih banyak prestasi di tingkat nasional maupun internasional sebagai bukti nyata komitmen dalam membangun ekosistem pendidikan bisnis yang unggul dan relevan dengan kebutuhan industri.
Malang, Oktober 2025 — Institut Asia Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan pendidikan global melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan San Francisco Bay University (SFBU) dan QASPIR, lembaga mitra internasional yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan program double degree yang memungkinkan mahasiswa Institut Asia Malang memperoleh pengalaman belajar lintas negara serta memperoleh gelar dari kedua institusi.
Kerja sama ini menandai kesempatan strategis bagi mahasiswa Indonesia untuk mengakses kurikulum berstandar internasional, memperluas wawasan global, dan meningkatkan daya saing di dunia kerja. Melalui kolaborasi dengan SFBU—universitas yang berbasis di Amerika Serikat dan dikenal akan pendekatannya terhadap innovation-driven learning—Institut Asia berkomitmen mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan era globalisasi.

Selain itu, kolaborasi dengan QASPIR akan membantu memperkuat sistem manajemen mutu dan pengembangan akademik di Institut Asia, memastikan setiap mahasiswa mendapatkan pengalaman pendidikan yang relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Langkah ini juga sejalan dengan visi Institut Asia Malang sebagai kampus dengan tagline “Kuliah yang Kekinian”, yang terus menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar, berinovasi, dan terkoneksi dengan dunia industri serta pendidikan internasional.
Malang, 27 Agustus 2025 — Sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan pendidikan tinggi, PT Google Cloud Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Asia Malang. Kolaborasi ini ditandai dengan kunjungan perwakilan Google Cloud Indonesia ke kampus Institut Asia pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Dalam kunjungan tersebut hadir Bapak Anang Efendy, Public Sector Director Google Cloud Indonesia, serta Bapak Sugiyanto Yoannatan W., Education Lead Google Cloud Indonesia. Keduanya disambut langsung oleh Ibu Rektor Dr. Risa Santoso, M.Ed., beserta tim dari Asia AI & Gaming Center untuk berdiskusi mengenai peluang kolaborasi dan pengembangan teknologi berbasis AI di lingkungan kampus.

Google Cloud Indonesia, yang berfokus pada penyediaan layanan teknologi berbasis cloud dan AI untuk berbagai organisasi, menilai pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi tersebut.
Salah satu langkah konkret yang dibahas adalah adopsi kurikulum Google dalam sistem pembelajaran kampus, yang dapat diakses secara gratis oleh mitra universitas. Mahasiswa juga berkesempatan mengikuti ujian sertifikasi Google dengan subsidi 50%, sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik dan mahasiswa.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara literasi teknologi dan sistem pendidikan tinggi, terutama dalam implementasi layanan berbasis AI seperti personalized chatbot, Google Notebook AI, dan Gemini — semua dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman belajar di Institut Asia Malang.

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Institut Asia juga menggelar seminar hybrid bertajuk “AI is Here. Are You Ready?” di ruang eksekutif kampus. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta secara langsung dan 120 peserta daring melalui Zoom Meeting.
Dalam pemaparannya, Bapak Anang Efendy menjelaskan bagaimana perubahan perilaku pengguna turut mendorong evolusi teknologi. Ia menyoroti pergeseran tren dari teks ke voice dan image-based interaction, terutama di kalangan generasi Alpha yang tumbuh dengan kemudahan teknologi.
“Generasi saat ini perlu beralih dari fixed mindset menjadi curious mindset. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, mereka bisa memanfaatkan AI bukan hanya untuk mengikuti perkembangan zaman, tapi juga menciptakan inovasi baru,” ujar Anang.
Sebagai penutup acara, Google memberikan paket langganan gratis Google Gemini versi Pro selama satu tahun kepada mahasiswa Institut Asia Malang — sebuah langkah nyata untuk mendorong eksplorasi dan kreativitas dalam penerapan teknologi AI di bidang akademik.
Kolaborasi ini dimulai PT Google Cloud Indonesia pada Jumat 22 Agustus 2025 kemarin berkunjung ke Institut Asia, diwakili oleh Bapak Anang Efendy selaku Public Sector Director Google Cloud Indonesia dan Bapak Sugiyanto Yoannatan W. selaku Education Lead Google Cloud Indonesia ( PT Google Cloud Indonesia adalah perusahaan yang berfokus pada penyediaaan layanan teknologi google khususnya implementasi AI ) untuk berbagai jenis organisasi, dan di tahun 2025 ini Institut Asia terpilih menjadi kampus partner di wilayah Kota Malang, bertempat di ruangan Ibu Rektor Risa Santoso diskusi dilakukan bersama tim “Asia AI dan Gaming Center” membahas kemungkinan kolaborasi yang bisa dilakukan bersama. Produk teknologi google yang mutakhir sering kali terkendala kemampuan SDM nya saat implementasi, sehingga perlu dilakukan adopsi kurikulum google dalam pembelajaran dan kurikulum ini bisa diakses secara gratis untuk partner kampus dengan evaluasinya bisa mengikuti ujian sertifikasi (subsidi pendanaan 50% dari google). Tujuan utama dari program ini adalah untuk menjembatani literasi teknologi dengan sistem pendidikan khususnya di pendidikan tinggi dan mendiskusikan pemanfaatan google cloud untuk berbagai kepentingan kampus khususnya untuk mendukung pelayanan kepada mahasiswa berbasis AI, pemanfaatan Gemini, Note book AI dan chatbot yang di personalisasikan sesuai kebutuhan Institut Asia Malang



Officially signed!
Kunkwan Malaysia Institut Asia Malang, Indonesia
Excited to kickstart our academic collaboration in seminars, internships & career programs across borders!
Special thanks to Rector Risa Santoso, BA., M.Ed for the warm welcome and shared vision. (Of course and the birthday celebration)
Here’s to a future of learning, growth, and meaningful exchange! ✨
selengkapnya.........
https://www.instagram.com/p/DLB3FmDxR3j/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
#MOUSigning
#InternationalCollaboration#Kunkwan#InstitutAsia#MandarinEducation
#KunkwanIndonesia
#KunkwanGoesGlobal
#BringMandarintotheworld
#UniversityPartnership
Selain itu, Fathimatus Zahro Fazda Oktavia, S.ST., M.Sc., anggota tim yang membidangi akuntansi, menambahkan bahwa aspek keuangan menjadi perhatian utama.
Modul pencatatan disusun mengikuti standar akuntansi sederhana sehingga laporan BUMDes dapat dipahami semua pihak, sekaligus memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana desa.
Uji coba budidaya maggot menghasilkan panen perdana sebanyak 3 kilogram, setara 25 persen dari rak budidaya yang dikembangkan bersama masyarakat.
Ketua BUMDes Pulotondo Mulyo, Muhammad Hanan, menyampaikan apresiasi atas pendampingan Polinema. “Kami merasa terbantu dengan adanya aplikasi keuangan, karena pencatatan sebelumnya masih manual. Budidaya maggot juga memberi harapan pendapatan desa dan menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Selama program berlangsung, tim menggelar pelatihan, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik langsung bersama pengelola BUMDes serta warga desa. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam praktik budidaya maggot maupun simulasi pencatatan keuangan digital.
Hasil pengabdian ini akan dipublikasikan sebagai artikel ilmiah dan modul sederhana yang bisa direplikasi oleh desa-desa lain. Penerapan Si-BUMDes diharapkan menjadi langkah awal menuju tata kelola keuangan desa yang lebih profesional, memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Program ini menunjukkan komitmen Polinema dalam transfer ilmu serta penerapan hasil riset untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat desa. (M Abd Rachman Rozzi)